HEADLINE
latest
berita
randomposts3
berita/block-1

MUSLIMAT NU

MUSLIMAT NU/block-5

GP ANSOR NU

GP ANSOR NU/block-6

FATAYAT NU

FATAYAT NU/block-6

IPNU

IPNU/block-6

IPPNU

IPPNU/block-6

PMII

PMII/block-6

PS PAGAR NUSA

PS PAGAR NUSA/block-6

ISNU

ISNU/block-6

PERGUNU

PERGUNU/block-6

SARBUMUSI

SARBUMUSI/block-8

JQH

JQH/block-8

LDNU

LDNU/block-5

LP MA’ARIF NU

LP MA’ARIF NU/block-2

RMINU

RMINU/block-2

LPNU

LPNU/block-2

LPPNU

LPPNU/block-2

LKKNU

LKKNU/block-2

LAKPESDAM NU

LAKPESDAM NU/block-2

LPBHNU

LPBHNU/block-5

LESBUMI NU

LESBUMI NU/block-2

LAZISNU

LAZISNU/block-2

LWPNU

LWPNU/block-2

LBMNU

LBMNU/block-2

LTMNU

LTMNU/block-2

LKNU

LKNU/block-2

LFNU

LFNU/block-2

LTNNU

LTNNU/block-2

LPBI NU

LPBI NU/block-2

LKQNU

LKQNU/block-2

LPKPNU

LPKPNU/block-5

Latest Articles

Gus Bab: Lanjutkanlah Perjuangan KH Maksum

 


Rampung adzan subuh berkumandang sekitar pukul 04.15 WIB pada Kamis (20/1/2022) menyimpan duka mendalam. Pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Yanaabi’ul Quran Putri Gebog, Kudus, KH Ma’shum AK tutup usia saat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus. Pemakaman kiai yang gigih dalam berjuang di NU ini di pesantren setempat.

Abdus Salam, putra kesebelasnya, menerangkan itu adalah perawatan kedua kali di rumah sakit setelah sabtu jam 01.30 hingga senin kemarin di Rumah Sakit”

“Kamis dini hari sekitar pukul 01.30 kondisi bapak drop, kemudian dibawa ke rumah sakit. Gula darahnya saat cek mencapai 500 lebih,” terangnya.

“Belum lagi saturasi oksigennya di angka 92, setengah jam lagi turun di angka 82,” tambahnya.

KH Ma’shum AK dipanggil Allah SWT di usianya ke 75 tahun. Beliau meninggalkan sembilan anak dan menyusul tiga anaknya yang lebih dulu tutup usia.

“Malah belum ada 100 hari, sekitar 78 hari dari sepeninggalan anak bungsunya ” jelas anak kesebelasnya.

Beliau tergolong pejuang NU yang gigih. Sejumlah peran penting beliau yakni, penasehat BPPMNU Banat Kudus, Wakil Rais Syuriah PCNU Kudus, dan lainnya.

“Meskipun sudah sepuh, beliau masih mengawal kita semuanya untuk memajukan dan memperjuangkan Nahdlatul Ulama. Beliau juga merupakan salah satu penggiat dari berdirinya NU Center Kudus,” sambut KH Ulil Arbab Arwani (Gus Bab) Ketua Rais Syuriah PC NU Kabupaten Kudus sebelum pemberangkatan jenazah.

Kiai Albab berharap perjuangan – perjuangan beliau tidak mandek.  Sehingga generasi sekarang meniru beliau dan memodifikasi perjuangannya.

Semasa hidup beliau sosok yang disegani masyarakat Kudus. Tidak sedikit masyarakat dari berbagai kalangan berkunjung untuk bercengkrama dan belajar dengan beliau.

Ketua Ansor Kudus Dasa Susila mengaku kehilangan dengan kepergian KH Maksum AK. Karena kiprah beliau di NU selama ini memberi teladan bagi generasi muda. Utamanya para aktivis Ansor.

”Kami mengucapkan turut berbela sungkawa.  Kami berdoa agar Allah SWT menerima semua amal kebaikan , mengampuni semua dosa dan husnulkhotimah,” tambah Dasa. (UR/AR)

Wafatnya KH. Ma’shum AK, PCNU Kab. Kudus Instruksikan Salat Gaib dan Tahlil 3 Malam


Ungkapan bela sungkawa atas wafatnya KH. Ma’shum AK (Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidh Putri  Yanabiul Quran Karangmalang Gebog Kudus/Wakil Rois Syuriah PCNU Kabupaten Kudus) pada tanggal 17 Jumadil Akhir 1443 H/ 20 januari 2022 M dari Keluarga besar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus.

Berdasarkan surat nomor 0436/PC/A.I/H.07/1/21 perihal Instruksi  Pengurus cabang Nahdlatul Ulama menyampaikan Undangan Kepada Pimpinan Cabang Badan OtonomNU Kab. Kudus, Pengurus Lembaga-Lembaga PCNU Kab. Kudus, Pengurus MWC NU se-Kab.Kudus, Pengurus Ranting NU se-Kab. Kudus, dan Pengurus Masjid dan Mushola se-Kabupaten Kudus.(Jumat, 21/01/2022).

Adapun isi intruksi dalam surat tersebut adalah agar Banom, Lembaga, MWC, Ranting, Pengurus Masjid dan Musohla serta seluruh warga Nahdliyin melaksanakan salat gaib di Masjid dan mushola setempat. Selain itu juga diintruksikan agar melaksanakan membaca tahlil selama 3 malam yang lebih baiknya dengan menggunakan pengeras suara. 

Di akhir surat, instruksi ini diharapkan dapat dilaksanakan oleh seluruh warga nahdliyin. Namun juga diamanatkan kepada jajaran pengurus di bawahnya  untuk diteruskan. (Maya).



Banser Terjun Bangun Hunian di Lumajang

 

Hunian Bagi Para Korban Pascaerupsi Gunung Semeru


Satkorcab Banser Kabupaten Kudus akan turut ambil bagian dalam pembangunan sebanyak 30 unit hunian sementara (huntara) bagi para korban erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Besok (20/1) para personel Satkorwil Banser Jateng akan mulai menyurvey calon lokasi pembangunan hunian.

Waka Satkorcab Banser Kudus Isa Abdillah menerangkan, Satkorwil Banser Jateng yang mengintruksi agar menerjunkan personel untuk pembangunan hunian di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Para korban, kata dia menjelaskan, masih banyak yang belum bisa kembali ke tempat tinggalnya karena terkubur abu vulkanik dari aktivitas erupsi Semeru. Sebab itu, NU dan Banser berencana membangun hunian bagi korban erupsi Semeru.

“Tiap satkorcab akan mengirimkan tujuh personel sesuai permintaan satkorwil. Di Jateng ada 35 satkorcab, jadi ada sebanyak 245 personel Banser yang akan turun ke lokasi pascaerupsi,” jelas Isa kepada ansorkudus.or.id.

Ia mengaku pembangun hunian sementara ini (huntara) akan menelan dana hingga sekitar Rp 900 juta. Dengan asumsi per unit Rp 25 hingga 30 juta kali jumlah hunian.

Adapun anggaran sudah ada dari Lembaga Zakat Infaq Shodaqoh Nahdlatul Ulama Jawa Tengah (Lazisnu) Jateng karena ini merupakan program Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah.

Isa menjelaskan, per unit huntara ini rencana berukuran 6×6 meter persegi. Huntara ini selanjutnya rencana juga akan menjadi hunian tetap (huntap) seukuran 10×4 meter persegi.

“Dari pihak Kabupaten Lumajang sudah menyiapkan lahan di Desa Sumbermujur. Rencana ini, Bupati Lumajang H Thoriqul Haqsudah setuju . Beliau tak lain adalah kasatkorcab banser Lumajang. Faktor ini juga yang membuat sahabat-sahabat Banser lebih bersemangat untuk terjun membangun hunian bagi korban Semeru,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, nanti rencana rumah sementara itu  dengan material calciboard untuk dinding. Rangka dari bahan baja ringan. Sedangkan atap berbahan galvalum. Lantai dasar rumah bermateri rabat beton.

Satu unit huntara ini memiliki satu buah kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang keluarga ruang tamu, tempat jemuran hingga teras. Jadi, kata dia, itu akan menjadi layak huni bagi para korban Semeru. (AR)




Hasil Keputusan Munadharah Qudusiyyah

Hasil Keputusan Munadharah Qudusiyyah





Peserta PKD Undaan Jaga Kesucian selama Pelatihan


PAC GP Ansor Undaan menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Balai Desa lambangan, Kecamatan Undaan, Kudus pada Sabtu-Ahad (15-16/1). Sebanyak 56 peserta lolos untuk dapat mengikuti acara pelatihan kader tersebut.


REGENERASI: Pembukaan Pelatihan Kader Dasar (PKD) PAC GP Ansor Undaan pada (15/1).

Ketua Panitia PKD Khoirul Anas mengatakan, pelatihan kali ini cukup menarik. Karena dalam kontrak belajar peserta sepakat untuk menjaga kesucian dari hadas kecil maupun besar.

”Menjaga kesucian ini cukup efektif mengusir rasa kantuk. Semoga juga para kader ini dapat lebih terjaga sikap dan perilakunya,” ujar Annas.

Di samping itu, para peserta melewati proses pretest hingga screening dan tes kesehatan. Tes husus bagi setiap peserta adalah kemampuan memimpin tahlil.

Ia menambahkan, kegiatan ranting Ansor di lokasi pelatihan ini sebelumnya vakum lama. Namun, kata dia, pihaknya tetap semangat karena kepala desa merupakan Komandan Satkoryon Undaan. “Kepala Desa Lambangan menyambut hangat pelatihan ini, beliau dulu kasatkoryon Undaan,” katanya. (UR/AR)



NU Dibutuhkan Dunia, Gus Aun: Itu Bukan GR

Kudus Memiliki Kearifan Moderasi untuk Kerukunan Antar Umat Beragama

Pada masa mendatang kiprah Nahdlatul Ulama (NU) makin dibutuhkan dunia. Utamanya dalam mengupayakan perdamaian dunia Islam.

Perihal peran NU dalam mengondisikan perdamaian dunia Islam itu disampaikan pengurus PP GP Ansor yang kini juga menjabat wakil katib PBNU KH Aunullah A’la kemarin saat kunjungan ke Kudus usai menjalani kegiatan Ansor di Juwana, Pati pada Ahad (17/1) lalu.


MODERASI ISLAM: Gus Aun (wakatib PBNU) saat kunjungan ke Kudus, (16/1/2021).

Ia mengatakan, NU terus mengembangkan moderasi agama. Selain untuk kebutuhan kehidupan beragama dan bernegara di Indonesia maupun untuk kebutuhan geo politik global. Kini kehidupan Islam di Nusantara sendiri sudah kerap menajamkan ektsrem perbedaan.

Sejurus dengan itu, negara-negara Islam Timur Tengah senyatanya belum mampu mengelola perbedaan. Yang kemudian lahirlah konflik-konflik yang hingga kini belum mereda.

”Ini ndilalah, kersane Gusti Allah. Kita sebagai negara memiliki dasar Bhineka Tunggal Ika. Dan ndilalah juga NU dengan dasar nilai-nilai moderasi (tawasuth, tasamuh, tawazun) yang sudah ada mampu menjawab tantangan itu,” urai pria yang memiliki sapaan lain, Gus Aun ini.

Jadi ini, lanjut Gus Aun, bukan GR-nya NU. Pihaknya mengaku, ini meneruskan gagasan KH Yahya Cholil Staquf yang sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU beberapa waktu lalu.

Ia juga menyebutkan NU akan terus pada upaya normalisasi di Palestina yang terlibat konflik ribuan tahun dengan Israel. Dia mengatakan, kehidupan dunia tak mungkin berkecamuk perang.

“Dulu hanya bom atom. Sekarang negara-negara maju sudah memiliki bom nuklir. Itu ancamannya bisa menghancurkan seluruh peradaban umat manusia. Maka rekonsiliasi Israel-Palestina dan upaya mewujudkan perdamaian dunia ini sangat mendesak,” tegasnya.


H Mawahib, penggiat NU juga Anggota DPRD Jateng.

Sementara itu, tokoh Ansor Kudus yang juga Anggota DPRD Jateng Mawahib mengatakan, Kudus dengan kearifan yang ada sangat mampu untuk mendukung moderasi Islam. Meski dalam sekup yang kecil.

”Karena para pendahulu kita Mbah Jakfar Shodiq Sunan Kudus meneladani kerukunan beragama pada masa lalu. Bukti tak valid masih berdirinya Menara Kudus (khas Hindu) berdampingan dengan Masjid (al Aqsho),” urai Mawahib.

Harapannya, para tokoh-tokoh dan warga NU di Kudus mempratikkan moderasi beragama ini dalam kehidupan bermasyarakat. “Sehingga dapat selalu tercipta kerukunan dalam masyarakat,” imbuhnya. (AR)

PBNU Sahkan Susunan Pengurus Masa Khidmat 2022-2027


Hasil sidang pleno IV dan sidang pleno V Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama di Lampung lalu, terpilihlah KH. Miftachul Ahyar sebagai Rais 'Am dan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU. (12/01/2022).

Demi menyelenggarakan kepengurusan yang sehat dan efektif sesuai dengan jiwa dan semangat khittah Nahdlatul Ulama 1926, AD, ART, serta menjalankan program-program  sebagai bentuk khidmat bagi kepentingan  umat, bangsa, dan negara maka diperlukan pembentukan susunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2022-2027.

Susunan kepengurusan tersebut sesuai dengan keputusan nomor: 01/A.II.04/01/2022. Keputusan itu diambil berdasarkan hasil rapat Tim Formatur yang dilaksanakan di Hotel Hermitage, Jl. Cilacap No. 1 Menteng, Jakarta Pusat pada hari rabu, tanggal 5 Januari 2022 M/2 Jumadil Akhir 1443 H.

Namun, pimpinan PBNU kali ini diduduki oleh KH. Miftachul Ahyar sebagai Rais Aam PBNU, KH. Afifuddin Munajir dan KH. Anwar Iskandar sebagai Wakil Rais Aam PBNU, dan KH. Said Asrori sebagai Katib Aam PBNU. Lalu KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU, H. Syaifullah Yusuf sebagai Sekjen PBNU, dan H. Mardani H. Maming sebagai Bendum PBNU.

(Khotib, May).



NU -CARE LAZISNU Kudus Adakan Khitanan Umum Di Pondok Tahfidz Yanbuul Qur'an Kudus


Di area pondok Yanbu'ul qur'an Kudus Lazisnu mengadakan khitanan umum. Kegiatan itu dihadiri langsung oleh pengasuh pondok KH.M.Ulin Nuha Arwani dan KH. Ulil Albab Arwani. Selain itu ketua PCNU Kudus H. Asyrofi Masyitho juga turut hadir dan memberikan sambutan.(27/12/2021).

Khitanan umum diikuti oleh 100 anak yang telah melengkapi persyaratan administrasi Fotocopy KK, Fotocopy KTP Orang tua, dan Fotocopy KIA. Sebelumnya peserta telah mendaftarkan diri pada 28 November 2021 sampai kuota telah terpenuhi di kantor PC LAZISNU Kudus. 

Tepat di hari Ahad Legi, tanggal 21 Jumadil Awwal 1443  H/ 26 Desember 2021 M peserta khitan umum mengikuti serangkaian acara pembukaan. Acara ini dibuka dengan iftitahul Majlis oleh KH. Ulin Nuha Arwani, dilanjutkan salawat beserta doanya oleh KH. Hasan Fauzi, dan doa khataman Alqur'an oleh KH.Ulil Albab Arwani. Lalu, sambutan sambutan dari panitia dan PCNU Kudus.

Sambutan oleh panitia Lazisnu Kudus menyampaikan beberapa hal,  diantaranya ucapan terima kasih kepada semua pihak yang ikut mensukseskan khitanan umum ini, berharap dalam acara ini mendapatkan keberkahan apalagi tadi ba'da subuh diadakan khataman Alqur'an dan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraan khitanan umum kurang maksimal.

Sambutan lain juga disampaikan oleh Ketua PCNU Kudus, H. Asyrofi Masyitho. Alhamdulilah sebagai ucapan syukur kepada Allah sebab Lazisnu Kudus telah melaksanakan kegiatan baik yakni khitanan umum. Beliau juga mengharap keberkahan dari Mbah Arwani sebagai ahlil qur'an kepada peserta khitanan. Selanjutnya, regenerasi ajaran Aswaja Nahdliyah diharapkan disebarkan di daerah asal masing-masing anak yang akan dikhitan. (Maya).