HEADLINE
latest
berita
randomposts3
berita/block-1

MUSLIMAT NU

MUSLIMAT NU/block-5

GP ANSOR NU

GP ANSOR NU/block-6

FATAYAT NU

FATAYAT NU/block-6

IPNU

IPNU/block-6

IPPNU

IPPNU/block-6

PMII

PMII/block-6

PS PAGAR NUSA

PS PAGAR NUSA/block-6

ISNU

ISNU/block-6

PERGUNU

PERGUNU/block-6

SARBUMUSI

SARBUMUSI/block-8

JQH

JQH/block-8

LDNU

LDNU/block-5

LP MA’ARIF NU

LP MA’ARIF NU/block-2

RMINU

RMINU/block-2

LPNU

LPNU/block-2

LPPNU

LPPNU/block-2

LKKNU

LKKNU/block-2

LAKPESDAM NU

LAKPESDAM NU/block-2

LPBHNU

LPBHNU/block-5

LESBUMI NU

LESBUMI NU/block-2

LAZISNU

LAZISNU/block-2

LWPNU

LWPNU/block-2

LBMNU

LBMNU/block-2

LTMNU

LTMNU/block-2

LKNU

LKNU/block-2

LFNU

LFNU/block-2

LTNNU

LTNNU/block-2

LPBI NU

LPBI NU/block-2

LKQNU

LKQNU/block-2

LPKPNU

LPKPNU/block-5

Latest Articles

Memerdekakan Hak-hak Anak

 



Memerdekakan Hak-hak Anak

Oleh: Ahmad Fatah


Bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan Negara Kesatuan republik Indonesia. Tentu semua warga negara Indonesia ingin merdeka dan berdaulat, tak terkecuali anak. Anak jangan hanya difahami sebagai manusia yang masih tahap pertumbuhan dan perkembangan tertentu, tapi anak merupakan generasi penerus bangsa dan negara. Dalam Islam, anak merupakan anugerah dan amanah yang harus dididik. Dengan generasi yang berkualitas, tentu suatu bangsa dan negara juga akan semakin maju dan berkualitas juga. Saya berpendapat bahwa anak ada tiga kategori. 


Pertama anak yang memiliki hubungan biologis; hal ini kita jumpai dalam berbagai keluarga. Kedua anak yang memiliki hubungan edukatif; hal ini kita jumpai pada lembaga-lembaga pendidikan baik sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi, maupun lembaga-lembaga pendidikan yang lain. 


Ketiga anak yang memiliki hubungan sosial, yaitu anak-anak yang hidup pada masyarakat tertentu dan pada zaman/era tertentu; ini dapat kita jumpai pada seluruh lapisan dimasyarakat. Dengan pemahaman yang menyeluruh dan utuh tentang anak, tentu kita akan sadar dan berkontribusi untuk menyiapkan pendidikan dan kehidupan anak yang lebih baik.


Secara realitas, tentu hak-hak anak belum sepenuhnya merdeka. Misalnya, masih banyaknya kasus-kasus kekerasan pada anak baik dikeluarga maupun masyarakat. Belum lagi problematika perdagangan dan mempekerjakan anak-anak yang masih dibawah umur. Kenyataan lain yang bisa kita lihat adalah, masih adanya Angka Putus Sekolah (APS) diberbagai wilayah di Nusantara. 


Belum lagi masalah-masalah sosial dan kenakalan anak dan remaja. Tentu kita harus berfikir proporsional, memang juga banyak anak-anak yang berprestasi dan memiliki talenta, baik pada level daerah, nasional, bahkan internasional. Oleh karena itu, agar tidak terjadi kesenjangan dalam masyarakat (social disparity), perlu ada penanganan dan pemahaman yang komprehensif dan sinergis dari berbagai pihak; baik dari orangtua, pelaku pendidikan, masyarakat, dan juga pemerintah. 

 

Dengan demikian, momentum kemerdekaan ini idealnya bukan sekedar diperingati seremonial belaka, bukan sekedar dengan hingar bingar saja, melainkan dengan menyadarkan, menyiapkan, dan mengelola masa depan anak bangsa. Dengan cara bagaimana, tentu dengan membekali nilai-nilai religiusitas, pendidikan, kebudayaan dan kebangsaan. Nilai-nilai tersebut sangat penting mengingat anak adalah investasi jangka panjang (long term investment).

 

 

 

PCNU Kudus Adakan Rangkaian Kegiatan Kick Off Peringatan Harlah 1 Abad NU



NU Kudus- Menuju satu abad Harlah NU sejumlah pagelaran diadakan di beberapa wilayah, salah satunya cabang Kudus. Terdapat rangkaian kegiatan dalam memeriahkan menuju Harlah 1 abad NU.

Sebagaimana yang diketahui bahwa Hari lahir NU bertepatan pada tanggal 16 Rajab 1344 H/31 Januari 1926 M. Menghitung usia NU yang akan bertambah menjadi Satu abad pada bulan Rajab di tahun Hijriah atau Januari di tahun masehi nanti.

Sejumlah kegiatan dicanangkan dalam memeriahkan Harlah 1 abad NU oleh Pimpinan Cabang NU Kudus. Kegiatan tersebut bakal diikuti oleh lembaga-lembaga, banom, dan organisasi NU yang ada di Kudus.

Berdasarkan rapat koordinasi menjelang kegiatan kick-off peringatan Harlah 1 abad NU. Agenda tersebut diadakan di kantor PCNU Kudus jalan pramuka no. 20 kota Kudus pada 25 Juli 2022 lalu.

Adapun kegiatan yang menjadi serangkaian kick off 1 abad NU Kudus akan dimulai pada Ahad, 7 Agustus 2022 hingga 09 Agustus 2022 di sejumlah tempat yang berbeda. (7/8/2022).

Di hari pertama kegiatan kick-off Harlah 1 abad NU Kudus dimulai dengan apel kebesaran NU. Acaranya diadakan di Alun-alun Kudus pada pukul 07.00 WIB, pagi.

Malam harinya, kegiatan berlanjut tepat pada pukul 19.30 WIB diadakan pentas seni Lesbumi. Lesbumi merupakan singkatan dari lembaga seni budaya muslim Indonesia yang merupakan organisasi kebudayaan NU.

Masih di hari yang sama yakni Ahad, 7 Agustus 2022 acara berlangsung di gedung JHK Kudus. Pameran bazar UMKM akan digelar selama tiga hari berturut-turut, sampai dengan nanti tanggal 9 Agustus 2022.

Selain pameran bazar UMKM yang ada di gedung JHK, kick-off Harlah 1 abad NU Kudus juga menyelenggarakan festival pelajar selama tiga hari berturut-turut dimulai tanggal 7-9 Agustus 2022.

Malam puncak kick-off Harlah 1 abad NU Kudus kembali menggelar istighosah kubro pada 09 Agustus 2022 pukul 19.30 WIB. Lokasinya masih sama dengan kegiatan sebelumnya yakni di JHK Kudus. (Mu'ayyadah)

Teken MoU dengan PCNU, Rektor Ingin IAIN Kudus Berlari Kencang



Kudus, NU Online Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus meneken Nota Kesepahaman atau Memorandum of understanding (MoU) dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (4/8/2022). 

Rektor IAIN Kudus, Prof H Abdurrohman Kasdi, mengungkapkan pentingnya menyepakati dan menandatangani kerja sama itu. Ia berkeyakinan bahwa MoU tersebut akan mendorong IAIN Kudus ‘berlari kencang’ dalam meraih prestasi dan menghadapi tantangan.

“MoU ini menandai awal dan dan kerja sama yang baik yang akan ditindaklanjuti dengan realisasi kegiatan di masing-masing unit. Baik di tingkat institut, fakultas, pascasarjana, ataupun lembaga dan unit-unit yang ada,” tutur Prof Dur, sapaan akrabnya saat menyampaikan sambutan.

“Bisa melakukan apapun terkait pengembangan baik di lingkungan kampus maupun PCNU Kudus dan seluruh lembaga banom di dalamnya, ataupun pengembangan kedua-duanya,” paparnya.

Pria yang sebelumnya menjabat Direktur Pascasarjana IAIN Kudus itu merasa bahwa kampus yang ia pimpin menjadi bagian dari masyarakat Kudus, sehingga perlu program pengabdian, penelitian, dan sebagainya. “Semangat kami adalah merangkul semuanya, memberdayakan semuanya. Yaitu siapapun yang memiliki potensi untuk diajak bersama-sama membesarkan IAIN Kudus,” tandasnya.

Prof Dur merasa bahwa IAIN Kudus perlu berlari kencang untuk menghadapi tantangan dan meraih banyak hal, baik itu prestasi secara kelembagaan ataupun individual.

“Kami yakin IAIN Kudus ini membutuhkan stakeholders lembaga dan organisasi yang ada di Kudus,” tegas Prof Dur. 

Ia menambahkan, sesuai dengan tagline IAIN Kudus yakni menyapa dunia, yang tentunya dengan local wisdom (kearifan lokal) Gusjigang (bagus dalam mengaji dan bagus dalam berdagang), kemudian diramu dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

“Mulai dari komposisi akademiknya, penelitian, pengabdian, sampai pada aspek eksistensi IAIN Kudus harus dapat dirasakan dunia luar. Hal ini pastinya melibatkan stakeholders, banyak komponen, banyak lembaga,” imbuhnya.

Prof Dur menegaskan, MoU tidak hanya sekedar pemenuhan persyaratan akreditasi saja. Namun, juga berkelanjutan dengan diadakannya kegiatan-kegiatan yang berkualitas. 

“Dengan kegiatan itu, harapan kami, IAIN Kudus mendapatkan berkah baik dari kegiatan itu sendiri maupun dari para kiai,” harapnya.   

Pantauan NU Online, penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dikemas dalam Seminar bertema Peran Mahasiswa dan Alumni Kudus Menuju Satu Abad NU untuk NKRI. Kegiatan ini diinisiasi Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Kudus. Kontributor: Afina Izzati Editor: Musthofa Asrori

Kontributor: Afina Izzati, Editor: Musthofa Asrori

Beasiswa Kader NU ke Universitas Al Azhar Diadakan, Begini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya!

 


NU Kudus- Kabar bahagia diberikan kepada santri/santriwatu di seluruh pondok pesantren bahwa PBNU mengadakan beasiswa Kader NU ke Universitas Al Azhar 2022 tahun ini. (15/07/2022).

Berdasarkan surat pemberitahuan yang bernomor 388/B.IV.08/07/2022 berisi 1 lampiran yang ditanda tangani KH. Yahya Cholil Staquf selaku Ketua Umum PBNU, dan Drs. H. Syaifullah Yusuf sebagai Sekretaris Jenderal.

Isi surat tersebut memberitahukan apabila Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mendapatkan kesempatan untuk mengirimkan 30 kader muda NU.

Selanjutnya akan mendapatkan beasiswa di Universitas Al-Azhar Mesir Tahun Akademik 2022/2023. Adanya pemberitahuan tersebut PBNU membuka proses seleksi beasiswa tersebut sesuai syarat yang berlaku.

Isi lampiran tersebut berisi syarat beasiswa kader Nahdlatul Ulama Di Universitas Al-Azhar Mesir angkatan kelima tahun Akademik 2022/2023 adalah persyaratan Umum, persyaratan pendaftar, dan waktu mendaftar.

Persyaratan umumnya adalah jurusan agama terdapat 20 kuota, dengan rincian meliputi; syari'ah, ushuluddin, dirasat islamiyah, dan bahasa sastra masing-masing 3 putra dan 2 putri.

Sedangkan jurusan umum terdapat 10 kuota, yang meliputi kedokteran dan teknik, tiga orang masing-masing 2 putra satu putri dengan syarat ijazah Aliyah kepeminatan IPA. Lalu bahasa dan terjemah 4 orang masing-masing 2 putra dan 2 putri.

Persyaratan pendaftar juga disertakan yakni adanya surat rekomendasi dari pengasuh pondok pesantren, PINK setempat, ijazah Aliyah baik negeri maupun swasta yang berada di lingkungan kementerian agama RI tahun 2020,2021, dan 2022.

Adapun jadwal pendaftaran dibuka mulai 14-20 Juli 2022 melalui laman online di https;/beasiswa/nu.or.id/mesir. (Mu'ayyadah).




Fatayat Anak Cabang Kaliwungu Kabupaten Kudus Gelar Seminar, Kader, Wifda: Sudah Saatnya Perempuan Berkontribusi

 

NU Kudus- Pimpinan anak cabang fatayat NU Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus gelar seminar kebangsaan. (25/06/2022).

Kegiatan itu berlangsung pada Sabtu, 25 Juni 2022/25 Dzulqa'dah 1443 H tadi. Pemateri seminar itu adalah H. Mawahib Afkar.

Seminar tersebut diadakan untuk peringati hari lahir fatayat NU yang ke-72. Tema seminar yang diangkat adalah

"Kepepimpinan Perempuan dalam Perspektif Berbangsa&Bernegara. Dikutip dari pamflet di media sosial wa.

Tema yang diangkat menarik perhatian dari peserta seminar sekaligus kader fatayat daerah setempat. Wifda, sapaan akrabnya memberikan pendapat terkait seminar yang diadakan.

Menurutnya, adanya seminar itu sangat baik karena sebagai perempuan diberi wawasan akan hak-hak perempuan di ruang publik.

Jelasnya lagi, seorang perempuan perlu memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan menjadi bagian sebagai pemimpin bangsa.

Adanya seminar tadi diharapkan dapat mengasah perempuan agar senantiasa terus belajar, perkaya diri dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman.

Ia pun juga mengatakan jika ketertarikannya dalam seminar tersebut. Alasannya karena motivasi diri sendiri untuk terus tholabul 'ilmi dan passion dengan isu perempuan.

"Apalagi kalau saya pribadi seneng dan konsen dengan pemberdayaan perempuan meskipun belum bisa memberikan kontribusi yang banyak," ucapnya saat dihubungi lewat whatsapp.

Bicara soal kontribusi, sebenarnya perempuan bisa melakukannya. Menurutnya, pertama harus dengan tahu minat dan passion.

Apabila minat itu diasah, dicintai kemudian dikembangkan maka sebagai perempuan  bisa berkontribusi sesuai passion yang ditekuni. Hal ini karena bentuk minat sesuai passion akan menimbulkan rasa cinta.

Berbeda dengan ketika apa yang dikontribusikan bukan dalam minat, biasanya hasilnya kurang maksimal.

Hal tersebut berkaca pada dawuh yang dikutip dari Ning Khilma Anis, saat mengakhiri wawancara kami.

"Orang kalau seneng...menjalani apa-apa pasti linambaran raos tresno. Berdasarkan rasa cinta. Kalau sudah cinta ya setia. Kalau lelah ya tetirah, tapi tidak menyerah. Sebab mencintai kan tidak mengenal kata menyerah."(Mu'ayyadah).

Jelang Idul Adha 1443 H, UPZIS LAZISNU Ranting Pedawang akan Gelar Kajian Fiqih Dialogis Qurban.



Gelar acara kajian fiqih dialogis oleh UPZIS LAZISNU Pedawang. Mengacu pada jelang iduladha kajian tersebut tentang qurban.

Kegiatan itu akan berlangsung pada malam jumat legi, 23 juni 2022. Lebih tepatnya pada pukul 19.30 WIB. (23/06/2022).

Berlangsungnya kegiatan tersebut bertempat di Masjid Jami' Busyrol Karim Pedawang Bae Kudus. 

Bukan hanya kajian fiqih saja tetapi ada rangkaian acara lain. Di antaranya adalah Yasinan dan Manaqiban. 

Kajian tersebut akan dibersamai oleh Kiai asal Kudus KH. Muhammad Arifin Fanani. Sosok yang ahli dalam bidang fiqih.

Acara tersebut juga tidak hanya kalangan dari ranting  saja. Namun dipersilakan dan terbuka untuk kalangan umum. (Mu'ayyadah).




Halal Bi Halal PCNU Kudus Hadirkan Para Masyayikh dan Bupati Kudus

 


Tepat pada kamis malam, 19 Syawal 1443 H / 19 Mei 2022 M PCNU Kabupaten Kudus menyelenggarakan Halal Bihalal di Aula Gedung DPRD Kabupaten Kudus. Acara Halal Bihalal diikuti oleh Bapak Bupati Kudus, Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Rois syuriah, Tanfidziyah, Ketua dan Sekretaris PAC seluruh Banom NU se Kabupaten Kudus, mulai dari Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU IPPNU, Lembaga, PERGUNU, PAGAR NUSA, dan Ta'mir masjid wilayah Kudus.(21/05/2022).

Acara dimulai pada pukul 20.00 WIB oleh MC acara Halal Bihalal. Dimulai dengan susuban acara pertama pembukaan. Kemudian pembacaan ayat suci Al-Qur'an dilantunkan oleh juara qori' internasional di Malaysia, Ust Mas'ud Sirodj. Selanjutnya yaitu pembacaan tahlil beserta do'a yang dipimpin oleh K. H. Amin Yasin katib syuriah Kabupaten Kudus. Acara berikutnya adalah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya dan Mars Syubbanul Wathon bersama tim paduan suara Banser Ansor Kudus. 

Dilanjutkan dengan Ucapan selamat dari ketua DPRD kudus bapak H. Mas'an M. E. Sambutan beliau menceritakan sedikit mengenai perjalanan mencalonkan diri sebagai Bupati Kudus. Dengan sifat humornya beliau juga menyampaikan bahwa sudah sah sebagai warga NU yang memiliki KARTANU

Beliau juga mempersilahkan dan siap ikut serta memberikan fasilitas kegiatan yang diselenggarakan oleh NU. Sambutan kedua yaitu dari Ketua PCNU Bapak Drs. H. M. Asyrofi Masyithoh. Beliau menyampaikan persiapan acara HBH ini hanya 2 hari saja. Mulai hari Rabu beliau baru bertemu Mas'an. Setelah mendapat acc tempat dari beliau panitia segera membuat dan menyebarkan undangan.

Ucapan terima kasih beliau sampaikan karena sudah memfasilitasi acara HBH ini. Dalam sambutan ketua PCNU juga menyampaikan bahwa ada gebrakan baru dalam rangka menuju 1 abad NU. Beliau meminta agar seluruh para menteri dan pejabat NU yang hadir pada acara tersebut lebih bersemangat lagi dalam berkhidmah. 

Selanjutnya sambutan dari Bupati Kudus Bapak  H.M. Hartopo, S.T., M.M., M.H. Dalam sambutannya yang singkat beliau menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Dan sebagai bupati Kudus juga beliau menyampaikan perkembangan Kudus yang sudah tidak ada kasus covid lagi dan zona hijau. Beliau menyampaikan bahwa zona hijau itu sangat dibutuhkan dan selalu berharga seperti hijaunya NU. 

Selanjutnya, Romo K. H. Ulil Albab Arwani menyampaikan mauidho hasanahnya tentang halal bihalal dilanjutkan dengan do'a  Acara terakhir yaitu penutup sekaligus musyafahah seluruh peserta halal bihalal.(Izza)