HEADLINE
latest
berita
randomposts3
berita/block-1

MUSLIMAT NU

MUSLIMAT NU/block-5

GP ANSOR NU

GP ANSOR NU/block-6

FATAYAT NU

FATAYAT NU/block-6

IPNU

IPNU/block-6

IPPNU

IPPNU/block-6

PMII

PMII/block-6

PS PAGAR NUSA

PS PAGAR NUSA/block-6

ISNU

ISNU/block-6

PERGUNU

PERGUNU/block-6

SARBUMUSI

SARBUMUSI/block-8

JQH

JQH/block-8

LDNU

LDNU/block-5

LP MA’ARIF NU

LP MA’ARIF NU/block-2

RMINU

RMINU/block-2

LPNU

LPNU/block-2

LPPNU

LPPNU/block-2

LKKNU

LKKNU/block-2

LAKPESDAM NU

LAKPESDAM NU/block-2

LPBHNU

LPBHNU/block-5

LESBUMI NU

LESBUMI NU/block-2

LAZISNU

LAZISNU/block-2

LWPNU

LWPNU/block-2

LBMNU

LBMNU/block-2

LTMNU

LTMNU/block-2

LKNU

LKNU/block-2

LFNU

LFNU/block-2

LTNNU

LTNNU/block-2

LPBI NU

LPBI NU/block-2

LKQNU

LKQNU/block-2

LPKPNU

LPKPNU/block-5

Latest Articles

Asyrofi Masyitho : Bangga Kepedulian Warga NU

Drs. H. Asyrofi Masyhitho Ketua PCNU Kudus berterima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya atas gerak cepat tim relawan NU PEDULI dan dermawan yang terus berjibaku dalam memberikan bantuan dan pertolongan kepada warga Kudus yang terdampak banjir. "Para relawan yang tiada mengenal lelah, berhari-hari nenolong warga, itu sangat luar biasa. Semua warga NU dan semua lapisan masyarakat yang memberikan bantuannya baik berupa uang, beras, mie, minyak, dan lain sebagainya juga sangat luar biasa, sekali lagi kami ucapkan banyak terima kasih, semoga dicatat sebagai amal sholeh, dan banjir segera reda, amin", kata H. Asyrofi.

Relawan dari LPBINU, BAGANA, BANSER HUSADA, LKNU, PAGAR NUSA, CBP, KPP, didukung juga oleh LAZISNU, LP MA'ARIF, MUSLIMAT NU, GP ANSOR, FATAYAT NU, IPNU, IPPNU, Sekolah, Madrasah, dan MWCNU serta Pengurus Ranting NU bahu membahu dalam memberikan pertolongan maupun penggalangan dana dan bantuan. Warga terdampak di Kaliwungu, Jati, Mejobo, Undaan, dan beberapa lokasi lain mendapat bantuan baik bantuan untuk keselamatan seperti evakuasi warga maupun bantuan logistik seperti makanan dan air minum sehat, serta paket sembako pasca bencana.

Selain upaya pertolongan dan bantuan, PCNU Kudus juga menyerukan untuk memperbanyak istighfar dan bersholawat. Hal itu didhawuhkan oleh KH. M. Ulil Albab Arwani Rois Syuriyah PCNU beberapa hari lalu. Dengan gerakan kemanusiaan dan gerakan spiritual, semoga warga NU, dan semua relawan dan dermawan senantiasa mendapat keselamatan dan berkah dari Allah SWT amin (ltn.ckh)
 

TERDAMPAK BANJIR, KH. ULIL ALBAB AJAK ISTIGHFAR, SHOLAWAT & DONASI


Dhawuh KH. M. Ulil Albab Arwani Rois Syuriyah PCNU Kudus terkait dampak banjir di masa pandemi agar semua warga NU dan masyarakat memperbanyak ISTIGHFAR dan SHOLAWAT. InsyaAllah para terdampak musibah akan mendapat kesabaran dan hati yg kuat serta fisik yang sehat.

PCNU Kabupaten Kudus menginstruksikan kepada semua pengurus NU, lembaga dan badan otonom di semua tingkatan hingga MWCNU dan ranting NU untuk berpartisipasi dengan menyumbang untuk para warga terdampak banjir. Kepada warga NU dan masyarakat dimohon kesukarelaannya memberikan donasi atau bantuan berupa uang, beras, minyak, dan mie instan utk diberikan kepada para warga terdampak banjir.

H. Asyrofi Masyhitho Ketua PCNU Kudus mengajak agar donasi bisa dikrim ke LPBINU dan LAZISNUKUDUS yang bermarkas di Jl. Pramuka No. 21 sebagai sekretariat NU PEDULI, selambatnya Senin 8 Januari 2021 agar mempermudah para relawan dan petugas mempersiapkan paket 5000 bantuan. "Jika ada yang perlu dikoordinasikan, para donatur juga bisa menghubungi langsung Pak H. Sarmanto PCNU, Pak H. Ihdi Fahmi Ketua LAZISNU, dan Pak Dwi Syaifullah Ketua LPBINU", pungkasnya (ltn.ckh)

Peringati Harlah NU ke-95, PCNU Kudus Launching Wakaf NU Center


Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Kudus memperingati Harlah NU ke-95 dengan menggelar doa keselamatan untuk bangsa dan launching Wakaf NU Center, Ahad (31/1) di MA NU Banat Kudus. Sebelum launching diadakan doa bersama yaitu doa Rasul,  Ratibul Haddad, Tahlil dan doa bagi para mu'assis NU dan untuk keselamatan bangsa.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Syuriah PCNU Kudus, KH. M Ulil Albab Arwani, KH. Ma'shum AK, dan KH. Amin Yasin. Serta jajaran Tanfidziyah PCNU Kudus, ketua badan otonom dan ketua lembaga dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Dalam sambutannya, KH. Ulil Albab Arwani selaku Rois Syuriah menyampaikan agar warga NU mensyukuri dan memperjuangkan jam'iyah NU yang didirikan oleh para Kiai dan Wali yang dekat dengan Allah SWT. Beliau menegaskan agar seluruh pengurus NU dan warga Nahdliyyin Kudus harus semangat merealisasikan NU Center. "Kita harus semangat merealisasikan NU Center" tegas beliau.


Launching Wakaf NU Center dipimpin oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kudus Drs. KH. Asyrofi Masyito dan dilanjutkan sosialisasi Wakaf NU Center oleh ketua Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) Kudus, H. Alex Fahmi. Target Wakaf NU Center adalah tanah seluas 10 hektar yang berlokasi di desa Gulang kecamatan Mejobo Kudus. Saat ini telah dibayar lunas 2 hektar yang terdiri dari 5 sertifikat, 1 hektar proses pelunasan yang terdiri 2 sertifikat, dan sisanya masih proses penggalian dana wakaf. Bagi yang ingin wakaf bisa datang langsung ke gedung PCNU Kudus di jalan Pramuka nomor 20 Kudus atau bisa transfer ke nomor rekening BRI 0038-01-022201-53-2 atasnama LWPNU Kudus. Adapun minimal wakaf adalah tanah 1/2 meter persegi, yaitu Rp. 125.000. Saat launching terkumpul dana dan ikrar wakaf total Rp. 71.150.000. 

Nantinya, tanah wakaf NU Center tersebut akan dibangun kantor PCNU, masjid, pondok pesantren, madrasah, rumah sakit dan perguruan tinggi. Diharapkan seluruh pengurus, warga Nahdliyyin dan semua lapisan masyarakat dapat berpartisipasi pada program Wakaf NU Center ini. (af)

KECERDASAN POLITIK ASWAJA: Menghayati Etika Politik NU

 


KECERDASAN POLITIK ASWAJA:  Menghayati Etika Politik NU

Oleh Nur Said

Ketua LAKPESDAM NU Kudus

Hari ini 31 Januari 2021 adalah bertepatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) dalam tahun Masehi. Sebagai wujud muhasabah agar Harlah NU ini lebih bermakna, ijinkan penulis menyampaikan intisari Bedah Buku: Aswaja NU dan Etika Politik karya Mahrus El-Mawa. Acara terlaksana atas kerjasama LAKPESDAM NU Kudus, STIBI Syekh Jangkung Pati, Omah Dongeng Marwa, Podcast Tutur Tinular dan Mubarokfood, pada 28 Januari 2021 di Museum Jenang Kudus. Sebagai Narasumber adalah Mahrus El-Mawa sebagai penulis, dengan  Pembahas Prof Dr Syamsul Ma'arif dari UIN Walisongo Semarang dan Edy Supratno dari STIBI Syekh Jangkung Pati, dengan moderator langsung oleh Nur Said, Ketua LAKPESDAM NU Kudus. 

Acara tersebut memang diselenggarakan masih dalam suasana keprihatinan Pandemi Covid-19, sehingga desain acara dibuat Blended Seminar, sebagian peserta hadir luring dan sebagian lainnya daring dengan host M. Arif Al Hakim dari LAKPESDAM NU Kudus. Covid-19 telah memacu warga NU untuk tetap kreatif menggelar Tasyakuran Harlah NU ke-95 ini melalui platform Zoom sebagai wujud cinta dan semangat berkhidmah kepada NU. Hadir off line dari PCNU H Kisbiyanto yang memberikan sambutan dan sekaligus membuka secara resmi acara itu. Juga H Fajar Nugroho Pembina LAKPESDAM NU Kudus yang mengawal acara hingga dini hari.  


Intisari

Acara berlangsung cukup  panjang sekitar 4 jam  mulai jam 20.00an WIB hingga pukul 23.00an WIB. Setelah paparan dari masing-masing narasumber disambung dialog dari peserta yang cukup antusias.

Dari perbincangan hangat dapat ditarik intisari ya bahwa kecerdasan politik Aswaja tak lepas dari  praksis keadilan, kemaslahatan, dan moderatisme yg diramu dalam bingkai dialektika antara Islam, Kearifan Lokal dan kebangsaan. Maka khidmah sebagian generasi muda NU untuk khoira ummah dalam jalur politik perlu menghayati living tradition etika politik NU yang cenderung solutif (problem solving) berakar khitthah NU, namun tidak anti politik. Hal ini  bukan berarti Islam Yes, Partai Islam No, ala Cak Nur, kata Prof Syamsul Ma'arif.

Sementara Edy Supratno dengan gaya mendongeng yang menarik menyampaikan ketertarikannya pada buku tersebut sebagai dokumen sejarah yang sangat penting periode transisi demokratisasi bangsa (1994-1999) dimana NU turut sebagai subyek dengan konsisten pada jalan tengah. 

Maka buku ini membantu untuk melakukan prifiling   praksis "politik" NU. Namun profilnya bukan model  (meminjam istilah Cak Lontong) politisi Si Unyil yg anti perubahan, atau Pak Raden yang feodalistik, atau Pak Ogah yg pragmatis, segalanya diukur dengan materi "cepek dulu".

Profil yang dekat dengan praksis etika politik NU adalah Semar yang mampu mendengar Punokawan secara jernih sehingga bijak dalam bersikap  menyuarakan rakyatnya meski di tengah perbedaan. 

Buku tulisan Mahrus El-Mawa ini mampu memotret periode paling krusial Aswaja (baca: NU) dalam konteks pusaran Demokratisasi di Indonesia yg paling hot, yakni periode 1994-1999. Suatu momen dimana ketika Orde Baru Tumbang, Gus Dur key figur NU kala itu sempat diangkat presiden. NU tetap tawarkan solusi ciamik dengan hadirnya PKB kala itu. Namun NU tidak masuk dalam pusaran politik praksis. Mungkin bisa dikatakan gaya NU periode itu adalah "Solusi NU Yes, Partai NU, No".   

Pada bagian closing statemen Fajar Nugroho, Pembina LAKPESDAM NU Kudus mengingatkan agar kader  NU perlu mewaspadai terminologi Aswaja yang selama ini mulai diadopsi oleh kelompok arus kanan atau arus kiri dalam berbagai warnanya, namun dengan isi yang berbeda dengan an-Nahdliyyah. Sementara Kisbiyanto dari PCNU Kudus menghimbau agar nilai-nilai etika politik NU sebagaimana terekam dalam buku ini harus memiliki nilai fungsional sehingga benar-benar menjadi living Aswaja. Maka generasi muda NU perlu menghayatinya secara seksama. 

Lebih tegas Mahrus El-Mawa penulis buku ini mengingatkan ketika politisi dari kader Aswaja  kalau jejak kiprahnya bertentangan dengan garis etis nilai-nilai harokah NU, berarti yang bersangkutan belum menghayati nilai-nilai dasar gerakan NU. Dengan mengutip statemen Pendiri NU KH. Hasyim Asy'ari, penulis buku ini mengingatkan: "Landasan NU adalah keadilan dan kebenaran memperjuangkan kebaikan dan kesejahteraan bagi seluruh umat".  Itu perlu diingat selalu dalam meningkatkan kecerdasan politik Aswaja.

Masih banyak dokumen penting bak mutiara Aswaja dalam buku ini.  Sayang kalau belum membaca buku ini. 

Selamat Harlah NU ke-95. Khidmah NU, 

Menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan.*

Tersensus 76.579 Warga NU Kudus : Kuatkan Konsolidasi PRNU, MWNU, PCNU untuk Khidmatun Lil Ummah

Dr. H. Kisbiyanto Sekretaris PCNU Kudus selaku Ketua Tim Sensus Warga NU Kabupaten Kudus melalui SISNU PWNU Jawa Tengah menjelaskan bahwa Sensus Warga NU ini ide cemerlang dari para Kiai dan Pengurus PWNU Jawa Tengah. Sensus Warga NU telah menguatkan konsolidasi Pengurus Ranting NU, Pengurus Majelis Wakil Cabang NU, dan Pengurus Cabang NU di Kabupaten Kudus. Sensus dengan media online juga selaras dengan perkembangan zaman yang serba digital dan virtual.

Memang pada awalnya, sambutan para warga hanya biasa-biasa saja karena dikira program ini hanya seperti pengadaan Kartu Tanda Anggota NU (KARTANU) beberapa tahun lalu, dimana fokusnya pada pembuatan KARTANU berbayar pada waktu itu.Namun, pada akhirnya dipahami bahwa Sensus Warga NU ini mempunyai sistem yang berbeda yaitu berbasis Sistem Informasi Strategis Nahdlatul Ulama (SISNU) PWNU Jawa Tengah sehingga data warga NU sebagai anggota resmi sangat terjamin keamanan dan pemeliharaannya, tidak acak-acakan dan asalan-asalan. Awalnya juga ada kendala karena sekitar 50% kepengurusan ranting NU di Kudus sedang habis masa khidmah, di era pandemi yang sedikit menghambat proses musyawarah ranting dan pelantikan, tetapi PCNU Kudus datang ke satu per satu ranting bersama MWCNU untuk memotivasi mereka. Alhamdulillah sampai akhir 2020, sudah banyak yang terbentuk kepengurusan baru lagi. 

Setelah Tim dari PWNU datang ke Kudus (22/08/2020), juga mendapat dukungan penuh KH. M. Ullil Albab Arwani Rois Syuriyah PCNU Kudus dan Drs. H. Asyrofi Masyitho Ketua Tanfidziyah beserta semua jajaran, kemudian Tim dari PCNU Kudus datang untuk sosialisasi ke MWCNU dan lebih-lebih ke Ranting-ranting NU, bertemu langsung dengan jajaran pengurus dan operator serta petugas Sensus, akhirnya semakin dipahami manfaat dan berkah ke depannya dari Sensus Warga NU ini. Disamping resmi menjadi anggota, warga yang tersensus akan dengan mudah mendapat layanan kapanpun, bahkan bisa melalui online. Pembuatan KARTANU bisa dilaksanakan kapan saja, isi data di KARTANU juga bisa disesuaikan dengan perkembangan terkini ketika ada perubahan identitas warga NU, sampai kemanfaatan asmaul mauta yang setiap Jumuat diumumkan oleh PWNU Jawa Tengah untuk mendapat kiriman doa. Tentu masih banyak kemanfaatan yang lain karena data anggota secara online di SISNU ke depan akan mempermudah layanan kejam'iyyahan maupun layanan fasilitas lainnya.

Sampai berita ini diterbitkan, warga NU Kudus yang sudah tersensus mencapai 76.579 anggota resmi dan terdaftar di SISNU, dan akan terus dilanjutkan. Rinciannya :

1. MWCNU Kec. Kaliwungu 15.219 anggota (19,8%)

2. MWCNU Kec. Undaan 12.531 anggota (16,3%)

3. MWCNU Kec. Jekulo 8.766 anggota (11,4%)

4. MWCNU Kec. Dawe 8.348 anggota (10,9%)

5. MWCNU Kec. Gebog 7.896 anggota (10,3%)

6. MWCNU Kec. Jati 6.618 anggota (8,6%)

7. MWCNU Kec. Kota 6.366 anggota (8,3%)

8. MWCNU Kec. Mejobo 5.971 anggota (7.7%)

9. MWCNU Kec. Bae 4.877 anggota (6,3%)

Terima kasih banyak kepada semua operator, petugas, pengurus PRNU, MWCNU, dan PCNU Kudus yang sudah berjibaku dengan data-data selama ini sampai akhir 2020. Awal tahun 2021 akan dilaksanakan evaluasi untuk melanjutkan strategi dan teknik yang lebih efisien dan efektif. Jazakumullahu khoiron katsiron amin. (ltn/ckh)

PCNU Kudus Ajak Terima Vaksinasi dan Tetap Jaga 3 M


Drs. H. Asyrofi Masyitho Ketua PCNU Kudus (Selasa, 12/01/2021) menekankan agar warga NU menerima dengan baik vaksinasi yang diprogramkan pemerintah RI, sebagai ketaatan pada ulama dan juga umaro. Aspek kesucian dan kehalalan vaksin sudah difatwakan oleh MUI dan aspek kethoyyiban vaksin sudah ditentukan oleh Badan POM, dua lembaga yang berwenang dan profesional dalam bidangnya. "Jadi kita mantap dan bersedia divaksin, semoga menjadikan warga NU dan masyarakat semua hidup dengan sehat dan bebas dari bahaya covid-19, amin" ajaknya.

"Selain itu, tata kehidupan baru berupa 3 M harus tetap dilaksanakan dengan baik, tetap memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak', imbuhnya. Warga NU adalah warga masyarakat yang terkenal patuh pada aturan pemerintah dan taat pada kiai dan ulamanya. Dengan dimulainya vaksinasi, maka Nahdlatul Ulama turut serta mensukseskan program tersebut, lebih-lebih untuk kepentingan kesehatan dan kemaslahatan masyarakat luas.

H. Asyrofi juga mohon "Khusus, kepada Pemkab Kudus, khususnya gugus tugas Covid-19, kami mohon perhatian agar para kiai, ulama, tokoh-tokoh masyarakat, dan profesional yang melayani publik untuk segera mendapatkan vaksinasi secara cepat, kemudian dilanjutkan untuk masyarakat luas sesuai kesiapan vaksinnya"(org/wsr) 

Dr. H. Kisbiyanto : Pembelajaran Online karena PPKM sesuai Maqashidussyari'ah

Dr. H. Kisbiyanto (Ahad, 10/01/2021) merespon kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk pengendalian penyebaran Covid-19, sejak 11 sampai 25 Januari 2021. Kisbiyanto yang juga Seketaris PCNU Kudus menegaskan bahwa dengan tingginya kasus positif dan apalagi yang meninggal, maka sudah sepantasnya pemberlakuan PPKM itu kita terima.. Dia menjelaskan alasan menerima PPKM, "Alasan pertama, bahwa maqashidus syari'ah di dalam agama Islam salah satunya adalah hifdlunnafsi. Syariat Islam harus menjamin keberlangsungan hidup manusia, termasuk mengantisipasi bahaya yang mengancam nyawa manusia. Ukuran keterancaman itu dibantu dengan data saintifik ilmu kesehatan dan kedokteran. Jadi, jika kasusnya memang tinggi dan para ahli di bidangnya menyatakan daerah rawan, maka orang Islam harus menjaga dan mengantisipasinya". Selanjutnya, "Alasan kedua, pembelajaran online memang tidak bisa efektif sebagaimana pembelajaran langsung di kelas, tetapi ini bersifat sementara dan demi keselamatan banyak nyawa manusia. Pembelajaran online juga tidak jelek-jelek amat, banyak juga positifnya, misalnya guru mendapatkan keseriusan untuk mengenal, menguasai, dan menerapkan ICT untuk mengajar. Anak-anak dan orang tua juga lebih melek teknologi, serta kesadaran baru di era revolusi industri 4.0. Masyarakat kita juga semakin cerdas yang menuju sebagai  Super Smart Society 5.0.Itu trend perkembangan zaman lho". 

Namun demikian, Kisbiyanto yang juga dosen di Program Pascasarjana IAIN Kudus mengajak kepada masyarakat untuk lebih bersabar. Ajaknya, "Wasta'inu bisshobri wassholati innaha lakabiratun illa 'alal khosyi'in, Gitu nasehat Allah dalam al-Quran, kan. Suasana krisis kesehatan ini benar-benar mengajarkan kita kesabaran untuk berdisiplin, misalnya 3M, 3T, dan juga banyak taqarrub pada Allah dengan memperbanyak doa-doa, shalat, dan ibadah lainnya". Ketika ditanya, bagaimana sikap kita agar tegar, dia menjawab, "alhamdulillah vaksinasi sudah dimulai, semoga kita semua segera tervaksinasi, dan kita optimis saja, keadaan akan kembali normal dan lebih baik, wallahul musta'an, gitu aja, " pungkasnya. (ltn/shr)

 

K.H. Hasyim Asy’ari, Sang Ulama Pemikir dan Pejuang

 



Judul Buku : K.H. Hasyim Asy’ari: Pengabdian Seorang Kyai Untuk Negeri 

Pengarang : Ahmad Baso, K Ng H Agus Sunyoto, Rijal Mummaziq 

Penerbit          : Museum Kebangkitan Nasional 

ISBN : 978-602-61552-1-4

Tahun Terbit  : 2017 

Dimensi Buku  : 14,8 cm x 21,0 cm , 156 halaman


Buku ini merupakan buku hasil pemikiran Ahmad Baso dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia PBNU, Agus Sunyoto dari Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia Nahdlatul Ulama, dan Rijal Mummaziq dari STAI Al-Falah Assunniyyah. Buku yang diterbitkan oleh Museum Kebangkitan Nasional ini menyajikan informasi tentang pemikiran dan perjuangan sang Hadratusyeikh, Kyai Haji Hasyim Asy’ari. Didalam buku ini terdapat 4 bab. Buku ini menceritakan tentang tokoh pemikir dan pejuang, yang dianugrahi gelar Pahlawan Nasional, KH Hasyim Asy’ari. Beliau lahir pada tanggal 4 Robiulawwal 1292 H /10 April 1875, di Desa Gedang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. KH Hasyim Asy’ari adalah anak ketiga dari 11 bersaudara dari pasangan Kyai Asy’ari dan Nyai Halimah. Ayah Kyai Asy’ari merupakan putra dari Kyai Usman pengasuh Podok Pesantren Gedang yang terletak di Selatan Jombang.

Sedari kecil KH Hasyim Asy’ari diasuh dan dididik oleh ayah dan ibunya serta kakeknya. Sejak masa anak-anak, KH Hasyim Asy’ari kecil sudah memiliki kecerdasan yang lebih dibanding anak-anak sebayanya. Kecerdasannya sudah terlihat saat beliau berumur 13 tahun. Beliau membantu ayahnya untuk mengajar para santri-santri yang lebih besar darinya. Saat usianya berumur 15 tahun beliau meninggalkan kedua orangtuanya untuk mencari ilmu di pesantren-pesantren, antara lain Ponpes Wonokoyo di Probolinggo, Ponpes Langitan di Tuban, Ponpes Trenggilis di Semarang, Ponpes Kademangan di Bangkalan, dan Ponpes Siwalan di Sidoarjo.

Di Ponpes Siwalan KH Hasyim Asy’ari yang berusia 21 tahun menikah dengan putri Kyai Ya’kub, Nyai Chadidjah. Lalu, pada tahun 1899 KH Hasyim Asy’ari mendirikan Pondok Pesantrennya sendiri Ponpes Tebuireng di Jombang. Kecerdasan dan keluasan ilmu yang dimiliki KH Hasyim Asy’ari, menjadikan pesantrennya didatangi para kyai muda dan santri-santri dari berbagai penjuru negeri untuk mencari ilmu pengetahuan. Sebagai ulama yang alim, KH Hasyim Asy’ari menulis sejumlah kitab dan catatan-catatan.

Dasawarsa awal abad ke-20 ditandai Kebangkitan Nasional yang menyebar kemanamana, sehingga muncul berbagai organisasi. Dimana dikalangan pesantren muncul pula organisasi Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) tahun 1916 dan Taswirul Afkar Tahun 1918. Setelah itu didirikan Nahdlatut Tujjar. Tak lama setelah itu KH Hasyim Asy’ari mendirikan sebuah organisasi bernama Nahdlatul Ulama’.

KH Hasyim Asy’ari bukan hanya seorang kyai ataupun ulama, beliau juga seorang pejuang Nasional yang tangguh. Hal ini dibuktikan pada peristiwa Resolusi Jihad, beliau menetapkan hukum Fardlu A’in bagi umat Islam untuk membela tanah airnya yang diserang musuh dalam jarak 94 kilometer.

Pada peritiwa Resolusi Jihad tersebut KH Hasyim Asy’ari sempat ditahan dan disiksa oleh musuh, sehingga tulang jari-jari kanan beliau terluka. Disinilah perjuangan KH Hasyim Asy’ari dalam memperjuangkan tanah air nya. KH Hasyim Asy’ari telah berkontribusi besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan. Kontribusinya yang sangat besar adalah sebagai pendorong agar NKRI tetap terjaga dibawah dasar negara yang mengakui pluralitas.

Di dalam buku ini benar-benar di ceritakan secara rinci perjalanan hidup sang Hadratusyeikh, KH Hasyim Asy’ari. Mulai dari beliau kecil sampai beliau wafat. Bahasa yang digunakan dalam buku ini mudah dipahami, kover buku yang mendukung juga membuat para pembaca pasti tertarik untuk membaca buku ini. Buku ini juga dilengkapi dengan gambargambar yang akan memudahkan pembaca untuk memahami isi buku.

Akan tetapi, di dalam buku ini juga terdapat kekurangan, yaitu ejaan kata yang salah dan alur buku yang sedikit membuat bingung para pembaca. Juga gambar yang tidak bewarna atau hitam putih.

Terlepas dari hal-hal tersebut, buku ini masih layak dibaca karena bisa menambah pengetahuan. Khususnya para remaja disarankan untuk membaca buku ini, karena banyak ilmuilmu yang akan didapat dari membaca buku ini.

Penulis Resensi: 

Radiva Ayudya Prameswari

MTs NU Banat Kudus