HEADLINE
latest

Identifikasi Passion dan Siap Merangkul Kader Nahdliyyin Out of the Box




Identifikasi Passion dan Siap Merangkul Kader Nahdliyyin Out of the Box
(Catatan Ringan Halaqoh GMNU, Lakpesdam dan LPPNU Kudus)
Oleh: Nur Said
Ketua LAKPESDAM NU Kudus

Acara yg digagas spontan jelang Musker PCNU dan Rekonstruksi NU Center di Kudus, Alhamdulillah gayeng penuh kenangan dan kebersamaan.  

NU Center ibarat sebuah sistem komputer. Bangunannya adalah hardware dan sistem menejemen keorganisasian، pelatihan, pemberdayaan dan dakwah adalah software. Membangun gedung secara fisik asal secara material siap insya Allah beres . Namun menyiapkan sofware butuh perenungan, pemikiran dan dialog aksi tiada henti. 

Alhamdulillah forum Halaqoh GMNU Lakpesdam dan LPPNU dengan refleksi "Reinventing Model Pemberdayaan Umat Warisan Para Kyai" dari para succes story' LSMK tahun 90an menemukan banyak ide.  Meski ini baru percikannya saja.

Diawali Taushiah Rama KH Ma'syum AK, Wakil Rois Syuriah PCNU Kudus yg menegaskan kebesaran gerakan NU ini harus dibarengi dengan niat yg lurus dan tulus mengharap ridlaNya. Pentingnya penyamaan visi mengisi segala kebutuhan di berbagai aspek kehidupan. Maka sarana prasaran seperti NU Center mutlak diperlukan.  

Sementara Prof H. Abdurrahman Mas'ud, yg dulu juga penggerak Lembaga Sosial Mabarot Kudus (LSMK) menilai penting lembaga yg berfungsi sebagai united actors, menyatukan berbagai kepentingan untuk menjadi sebuah power yg menggerakkan umat. Fungsi LSMK sebagai united actors, akan mempertemukan para subyek Nahdliyyin yg berbeda passion itu untuk bergerak bersama atasi problematika umat.

H Fajar Nugroho, subyek LSMK juga mengingatkan beragamnya kader NU yang melimpah perlu ruang sambung rasa seperti Halaqoh hari ini. Namun harus dibarengi dengan aksi nyata, rencana tindaklanjut. Setidaknya setiap perjumpaan di situ ada khazanah gagasan yg menyegarkan kembali gerakan NU. 

Secara khusus Drs Hj Nur Aini, menceritakan pengalamannya mendampingi kaum perempuan, terutama UMKM. Kaum perempuan kalau diberi kesempatan akses, pengambilan keputusan juga akan menjadi kekuatan kontrol yg handal. Maka perlu memperkuat jejaring usaha dan pendampingan modal agar berlatih membangun kepercayaan dalam usaha. Mengapa perempuan penting diperhatikan??? Karena kalau suami berhalangan, tentu istri-istri harus siap sebagai Kepala Keluarga. Maka libatkan dalam mengambil keputusan karena mereka memiliki kebutuhan yg berbeda dengan laki-laki. 

Drs Saniman Sanie dan Drs Rois Noor sesama pelaku  sejarah LSMK juga memiliki pandangan yg sama bahwa potensi pelatihan khas Aswaja yg unik adalah gotong royong ya, namun lemah di menejemennya. Jamaah hampir ada di setiap RT namun tata kelola Jam'iyyah mapan masih perlu menemukan model. Secara khusus Rois Noor memetakan problem besar warga kita ada yang kurang sehat, kurang kaya, kurang pinter ada juga yang kurang terampil. Semua ada butuh pelatihan dan pendampingan khusus. 

Maka Sholikhin MPd yang diiyakan oleh Dr. H. Murtono, perlu merangkul kader-kader militan yg siap belajar secara out of the box.  Caranya gimana? Dr. H. Murtono secara khusus menekankan perlunya memetakan kader dan memberi tanggung jawab sesuai passion nya masing-masing. "Jangan sampai kader NU itu jadi anggota gengser (jaga gengsi saja) apalagi kalau sudah Sarjana", begitu pesannya. 

Sementara Dr H. Kisbiyanto MPd, pada bagian akhir menyampaikan terima kasih atas upaya Lakpesdam dan LPPNU Kudus yg telah menginisiasi acara ini. Apalagi menjelang Musker PCNU Kudus membutuhkan siraman gagasan-gagasan segar untuk strategi terobosan setahun ke depan. 

Pada sesi dialog juga muncul kegalauan dari Hj. Siti Nafisatun, Drs Sanusi Emha dan sejumlah petani yg merasakan petani tak kuasa mengendalikan pasar sehingga sering rugi karena pas panen hasil panen overload.
Bahkan sering kali tergoda budaya konsumsi yang tak terkendali bukan pertimbangan fungsi.

Maka muncul ide-ide mengejutkan untuk merespon masalah tersebut,  karena hadir juga Anjas Pramono sosok muda kader NU Kudus yang baru saja mendapatkan penghargaan sebagai pemuda Icon Pancasila dari BPIP yg diserahkan langsung oleh Presiden Jokowi. Dia juga sedang mendapatkan beasis
wa untuk studinya di salah satu PT bergengsi di Amerika. Dengan bersahaja Anjas menyatakan siap khidmah untuk membantu kegalauan para petani ketika memasarkan barang dengan kreasi sistem  startup khas NU. Sehingga akan memudahkan hasil petani ketemu langsung dengan pembeli tanpa lewat tengkulak. Ia akan kolaborasi dengan M Arif Al Hakim yang baru saja tamat Magisternya dari Australia yg juga hadir sebagai host forum Halaqoh ini. 

Beberapa gagasan cerah ini setidaknya akan mewarnai Musker PCNU setahun ke depan paling tidak minimal bagi LAKPESDAM dan LPPNU Kudus.  Apalagi seperti pernah disinggung oleh Dr Mahrus Ayus Mahrus EL-Mawa،، Kasi Penelitian dsn HKI Kemenag RI dalam perspektif sosial budaya Kudus bisa menjadi gerbang studi Islam Nusantara yg ulasannya juga terlampir berikut. Ini sebuah isyarat bahwa PCNU Kudus memiliki modal sosial dan modal kultural yg kaya bg masa depan model Islam ramah di nusantara untuk dunia

Tinggal butuh sentuhan  kolaborasi besar antar lembaga di bawah PCNU Kudus dalam mengolah potensi-potensi besar di PCNU. Kebesaran dan kesuksesan program PBNU akan semakin nyata kalau PCNU memiliki terobosan program yg selaras dengan semangat zamannya. Apalagi warga grassroot NU yang sesungguhnya adalah di PCNU, MWC dan Ranting-rantingnya. Maka peran PRNU adalah kuncinya . 

Yang menarik acara HALAQOH ini diakhiri dengan Bancaan Tumpengan khas Nahdliyyin sebagai simbol meneguhkan harmoni antara 3  relasi sekaligus dalam hubungan dengan Tuhan, manusia dan alam semesta. Harmoni diharapkan pandemi Corona segera pergi. Meski pandemi, kini di era new normal Musker PCNU  tetap dijalani dengan protokol yg selalu ditaati.

Selamat bermusker.
« PREV
NEXT »

Facebook Comments APPID